SEJARAH DESA MEDEWI

Masyarakat pertama yang menemukan dan menempati desa medewi adalah masyarakat dari desa Air Kuning Kecamatan Negara, proses awal mula mereka menemukan desa medewi ini dengan cara berjalan kaki menyusuri pantai sampai kepada tempat tujuan, tempat pertama mereka singgahi adalah muara sungai medewi, yang saat ini dijadikan sebagai pelabuhan jukung atau perahu dan disana mereka mampir untuk singgah dan istirahat setelah mencari kerang-kerang dan kayu bakar yang ada di pesisir pantai, kemudian  mereka pulang kembali ke desanya (air kuning).dan setelah beberapa hari kemudian  merekapun kembali menyusuri pantai dengan aktivitas yang  sama mencari kerang dan kayu bakar yang banyak terdampar di pesisir pantai, akibat air sungai  yang meluap karena hujan yang besar yang kemudian banyak membawa  potongan-potongan kayu kecil maupun besar dari hutan, dan mereka kembali singgah  untuk beristrahat setelah mencari kerang dan kayu bakar, kemudian mereka beranggapan bahwa tempat  yang  mereka singgahi itu merupakan tempat yang sangat strategis.


 

Dan karena  posisi tempat persinggahan itu strategis, Merekapun pulang dan kembali dengan membawa orang-orang lebih banyak, kemudian gelombang pertama yang datang  itu terbagi menjadi tiga kelompok yaitu:

1.      Kelompok pertama menuju kesebelah timur desa Medewi yang kemudian mereka membuka desa, yang saat ini biasa  disebut sebagai desa pulukan dan desa pekutatan.

2.      Dan kelompok ke dua menuju ke desa Medewi yang di pimpin oleh Pak Daris dan Pak Rais,mereka adalah dua  saudara kandung, yang kemudian mereka  diketahui yang membabat hutan dari tempat pertama mereka singgahi sampai masuk ke dalam  hingga panjangnya sampai 2 ½ Km yang saat ini sebagai batas wilayahnya adalah (Pura Dalem) ujung utara desa medewi, oleh karena itu tempat yang pertama mereka singgahi ini sekarang di kenal dengan sebutan dusun persinggahan.

3.      Kemudian kelompok ke tiga menuju sebelah barat desa medewi dan merekapun juga membabat hutan dengan cukup panjang dan luas, kemudian mereka menetap disana dan membangun sebuah desa yang saat ini dikenal dengan sebutan desa Yeh Sumbul.

Awal dibukanya pemukiman di daerah Medewi diperkirakan tahun 1912 dan kemudin terbentuknya desa Medewi  di perkirakan tahun 1914 yang dulunya masih menjadi satu antara medewi dan pulukan, dan dengan  seiringnya berjalan waktu medewi akhirnya ingin membentuk desa sendiri dan akhirnya memisahka diri dari Pulukan  pada tahun 1928,jadi berdirinya desa medewi diperkirakan dari awal mulanya terpisahnya  dengan desa pulukan tahun 1928.

Kemudian gelombang ke dua disusul oleh kelompok rombongan dari desa Loloan kecamatan  Negara,yang dimana mereka  datang dan singgah di dusun persinggahan ini dan menuju ke utara pura dalam( batas desa medewi bagian utara), yang kemudian melanjutkan pembabatan hutan hingga panjangnya sampai 1Km, untuk mereka tempati sebagai tempat tinggal.dan merekapun membentuk sebuah kelompok masyarakat yang saat ini dikenal sebagai kampung Loloan atau Dusun Loloan

Kemudian gelombang ke tiga disusul oleh kelompok rombongan dari desa mendoyo dangin tukad  yang mereka kemudian  masuk ke desa medewi dan berjalan menuju utara untuk melanjutkan pembabatan hutan di utara kampung Loloan tersebut sampai ujung batas hutan, dan  merekapun membentuk sebuah kelompok  kemudian dari orang-orang tersebut rata-rata orangnya  beragama hindu dan darisanalah kemudian mereka memberi nama kelompoknya  sebagai dusun Delod Setre.


 

Jadi agama yang pertama kali masuk di desa Medewi adalah agama Islam yang berasal dari orang air kuning dan Loloan yng kemudian di susul oleh agama Hindu yang  di bawa oleh orang Mendoyo Dangin Tukad, jadi sampai pada saat ini di desa medewi  terdiri dari dua agama yaitu Islam dan Hindu.